Kontroversi
Oase Iman
Pengetahuan
Harun Yahya
Keluarga
Info
Internet
Dakwah Sekolah
Harun Yahya
Beragam makhluk hidup menghuni permukaan bumi yang luas ini. Berjuta jenis flora dan fauna mendiami permukaan tanah maupun lapisan-lapisan di dalamnya. Banyak di antaranya bertengger di atas pepohonan atau pun hidup di sekitar pangkal dan akarnya. Belum lagi beraneka satwa dan tetumbuhan yang mendiami sungai, danau dan bahkan kedalaman samudera yang gelap gulita. Dengan mencermati satu saja dari kesemua makhluk ini, akan kita dapati sejumlah hal memukau yang akan mengarahkan nurani kita kepada keagungan sang Pencipta.
Makhluk laut sebagaimana yang terlihat di gambar adalah kelompok hewan bertubuh lunak (moluska) yang disebut scallop. Perhatikanlah titik-titik kecil bewarna biru cerah yang berderet di sepanjang pinggir piringan makhluk yang berbentuk kerang laut ini. Anda mungkin mengira butiran biru nan elok ini sebagai perhiasan sang kerang. Namun, terkejutkah Anda bila kami beritahu bahwa masing-masing titik biru ini sebenarnya adalah sebuah mata?
Betapapun mengherankan, setiap titik biru tersebut benar-benar sebuah mata. Dengan mata-mata biru yang berukuran hanya 1 mm ini, scallop dapat melarikan diri dari para musuhnya.
Setiap mata kecil scallop mempunyai lensa dan retinanya tersendiri. Sebagaimana kita ketahui, lensa mata bertugas mengumpulkan dan memusatkan cahaya yang memasuki mata. Namun, makhluk ini tidak mempunyai pusat penglihatan di dalam otaknya. Dengan kata lain, ketika scallop melihat benda, bayangan gambar benda yang dipusatkan oleh mata mereka tidak diteruskan dan ditafsirkan di dalam otak, seperti halnya yang terjadi pada mata biasa. Para ilmuwan yang mempelajari mata scallop menduga bahwa mata ini mungkin tidak dapat digunakan untuk melihat. Jika demikian, lalu apa kegunaan mata yang memukau ini?
Scallop menggunakan mata ini untuk membedakan sesuatu yang terang dari yang gelap, sehingga memungkinkannya bergerak dari wilayah berpasir ke dataran berumput. Selain itu, mata mungil yang berukuran milimeter ini cukup peka sehingga scallop dapat merasakan gerakan yang terjadi di sekitar mereka. Dengan kemampuan berharga ini, scallop dapat meloloskan diri dari para pemangsa yang bergerak mendekatinya.
Mata scallop memiliki sifat dan ciri yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lingkungan tempat hidupnya. Ini jelas menunjukkan adanya perancangan sengaja dalam pembentukan mata tersebut. Bola-bola mata mungil ini berbaris di bagian luar cangkang sedemikian rupa sehingga makhluk ini dapat merasakan apa yang terjadi di sekitarnya.
Keselarasan, keteraturan dan perencanaan yang melingkupi seluruh alam ini, mulai dari udang-udangan yang hidup di dasar lautan hingga burung-burung yang beterbangan di angkasa, dari seluruh kesempurnaan di pepohonan sampai bintang-gemintang di jagat raya, tentulah merupakan karya cipta dari sang perencana dan perancang ulung. Perencana dan Perancang Mahahebat tak tertandingi ini adalah Allah. Dialah Pencipta paling baik, yang memperkenalkan keberadaannya-Nya kepada kita melalui perancangan terinci nan sempurna yang Dia ciptakan pada makhluk-makhluk tersebut. Mereka yang arif dapat merasakan adanya kekuatan tak terbatas dari Allah, yang menunjukkan keberadaan-Nya di segenap penjuru alam, mulai dari atom sampai galaksi. Mereka sadar akan kelemahan diri di hadapan sang Pencipta, dan merasakan keharusan berpaling kepada Allah semata. Dalam Al Quran, kita diingatkan tentang hal ini sebagai berikut:
Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apa pun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. Al Qashas, 28:88)
oleh Ika Sari Hartini
Saat menyusuri dasar Lautan Pasifik berkedalaman 8000 kaki ( 2440 m) dari permukaan air laut, tepatnya arah tenggara Acapulco Meksiko, terdapat saluran hidrotermal. Saluran hidrotermaladalah sebuah celah atau retakan di dasar laut yang mengeluarkan air panas yang mengandung asam. Saluran tersebut terbentuk dari lapisan kerak yang perlahan-lahan menyebar sehingga mengakibatkan magma bergerak menuju ke dasar laut untuk membentuk sumur magma. Pada akhirnya terbentuklah gunung laut atau bahkan pegunungan laut. Di saat patahan terbentuk pada pusat penyebaran, air laut akan meresap sejauh satu sampai dua mil ( 1,6-3,2 k m) menuju lapisan batuan panas. Air panas ini lalu kembali mengalir ke atas bersamaan dengan mineral dari batuan tersebut dan membentuk saluran hidrotermal.
Saluran tersebut biasanya terkumpul pada suatu area bawah laut yang dikenal dengan Yellowstone's geyser basin. Masing-masing saluran biasanya mempunyai garis tengah antara setengah inci ( 1,27 cm) sampai 6 kaki ( 1,83 m). Area tersebut biasanya ditemukan pada kedalaman lebih dari satu mil ( 1,6 km), dan seringkali dijumpai di sepanjang puncak pegunungan laut.
Saluran hidrotermal merupakan oase yang di dalamnya terdapat sejumlah makhluk hidup yang tidak akan ditemukan di daerah bawah laut yang lain. Lebih dari 300 spesies baru ditemukan sejak saluran hidrotermal pertama ditemukan pada tahun 1977.
Salah satu makhluk bawah laut tersebut adalah cacing raksasa yang panjangnya 4 kaki ( 1.22 m). Salah satu ujungnya tertanam pada dasar laut sedang ujung lainnya mempunyai bulu yang bergerak seperti bunga yang tertiup angin. Pertumbuhan cacing raksasa yang mampu mencapai 33 inci ( 84 cm) per tahun ini menjadikannya sebagai binatang laut tak bertulang belakang dengan pertumbuhan tercepat.
Cacing raksasa ini merupakan anggota paling mencolok dari komunitas yang ada di sekitar saluran hidrotermal. Beberapa peneliti berpendapat, tak ada makhluk hidup yang mampu bertahan dengan keadaan lingkungan yang beracun, bersuhu tinggi, bertekanan tinggi serta sangat gelap. Tapi, pada tahun 1977 para peneliti menemukan cacing raksasa dan beberapa makhluk hidup lain di saluran di dekat pulau Gallapagos.
Selain cacing raksasa yang sampai saat ini hanya ditemukan di lautan Pasifik, terdapat pula cacing Jericho yang besarnya hampir sama dengan pensil, serta beberapa cacing berukuran lebih kecil yang hidup di dinding timbunan mineral yang ada di sekitar saluran. Juga terdapat remis, udang, kijing, dan kepiting pada beberapa saluran, namun spesiesnya berbeda dengan yang biasa dimakan manusia. Sampai saat ini para ahli masih melakukan penelitian bagaimana makhluk hidup tersebut mampu hidup dalam air laut yang mengandung racun yang bisa membunuh jenis kerang pada umumnya.
Air yang keluar dari saluran bisa mencapai 4000 C dengan tekanan yang sangat tinggi sehingga air laut tersebut tidak sampai mendidih. Namun intensitas panas hanya berada pada beberapa daerah saja. Beberapa inci saja dari lubang saluran termal suhu air bisa mencapai 20 C yang merupakan suhu bawah laut. Hampir semua makhluk hidup di sekitar saluran hidup pada suhu bawah laut.
Yang menjadikan mereka tetap hidup adalah senyawa kimia yang berasal dari saluran tersebut. Larutan kimia yang umumnya ada pada saluran adalah hidrogen sulfida, yang baunya seperti telur busuk. Larutan ini terbentuk pada saat air laut mencapai batuan yang mengandung sulfat di bawah dasar laut. Bakteri yang ada menggunakan hidrogen sulfida sebagai sumber energi sebagai pengganti sinar matahari.
Cacing raksasa tersebut tidak mempunyai sistem pencernaan, tidak memiliki mulut atau pun usus. Kehidupannya sangat tergantung pada bakteri-bakteri sebagai makanannya. Dalam tubuh cacing terdapat jaringan yang menyerupai bunga karang yang berisi bakteri. Bulu yang ada pada bagian atas tubuhnya berwarna merah, dan berisi darah yang mengandung hemoglobin. Hemoglobin ini mengikat hidrogen sulfida dan menghantarkannya menuju ke bakteri yang ada di dalam cacing. Bakteri mengoksidasi hidrogen sulfida dan mengubah karbon dioksida menjadi senyawa karbon yang merupakan sumber makanan cacing.
Penyelidikan daur hidup makhluk tersebut tidaklah mudah, karena para peneliti hanya bisa melakukan penelitian dengan cara memberikan cahaya pada makhluk tersebut yang biasanya hidup dalam kegelapan. Sejumlah spesies akan mati apabila dipindahkan dari lingkungannya.
Semua hal yang tersebut di atas semakin membuktikan bahwa Allah Maha Besar. Sembarang makhluk tidak mungkin dapat hidup di perairan yang mengandung racun. Akan tetapi bagi makhluk yang memang terdapat di sekitar saluran termal tersebut, zat beracun itu justru menjadi sumber kehidupan mereka. Ini dikarenakan makhluk hidup tersebut memang telah diciptakan bersamaan dengan segala kelengkapan tubuh dan metabolisme yang mampu memanfaatkan 'zat beracun' tersebut untuk kelangsungan hidupnya.
majalah insight
Teman-teman, lagi asyik-asyik main, eeeh matahari mulai tenggelam, mama pun memanggil kita untuk pulang ke rumah karena hari mulai gelap. Teman kamu Dzikry berpikir kenapa sih ada siang dan malam? Kenapa hari itu tidak siang saja, kan asyik terang benderang terus. Teman-teman juga pernah berpikir seperti Dzikry ya?
Sudah sejak lama, manusia selalu mencoba mencari tahu setiap kejadian-kejadian nyata yang terjadi di sekelilingnya. Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah tentang pergantian siang dan malam, dan kaitannya dengan perubahan musim yang berbeda di beberapa belahan bumi.
Terjadinya siang-malam, berdasarkan penelitian para ahli, tidak lepas dari adanya perputaran bumi pada porosnya dan mengorbit pada matahari. Bumi membutuhkan waktu satu tahun atau 365 hari enam jam untuk membuat satu orbit matahari.
Pada sisi lain, cahaya matahari tidak mampu menyinari seluruh isi bumi secara bersamaan. Ketika teman-teman berada di siang hari, berarti bagian bumi tempat kamu berpijak sedang menghadap matahari. Dan sebaliknya ketika malam tiba, saat bagian bumi yang kamu pijak itu sedang membelakangi matahari.
Pergantian siang dan malam, terkait pula dengan pergantian musim. Pergantian siang dan malam di Indonesia selalu tetap dengan rata-rata perputaran 24 jam sehari. Sehingga di Indonesia, kita hanya mengalami dua musim, yakni panas dan dingin. Ini berbeda dengan yang terjadi di kutub maupun di sejumlah negara di belahan Eropa dan Amerika yang kadang-kadang mengalami panas berkepanjangan atau sebaliknya. Negara-negara yang dilalui garis khatulistiwa tidak akan pernah mengalami pergantian empat musim. Karena daerah khatulistiwa selalu menghadap ke arah matahari, maka daerah khatulistiwa selalu panas.
Sementara, pergantian empat musim yakni musim dingin, gugur, semi dan panas, juga tidak lepas dari orbit bumi terhadap matahari dan putaran pada porosnya. Musim berganti selama sisi lain bumi condong atau jauh dari matahari. Apabila kutub utara condong ke matahari, belahan bumi bagian utara bertambah dekat dengan matahari dan terjadi musim panas. Sementara, belahan bumi selatan cenderung menjauh dari matahari dan terjadilah musim dingin.Begitu pula sebaliknya. Antara musim dingin dan musim panas di belahan bumi lain mengalami musim semi atau musim gugur. Di kutub utara, ketika pertengahan musim panas tiba, matahari akan terlihat sepanjang malam dan siang. Sedangkan ketika musim dingin datang, kita sama sekali tidak bisa melihat matahari.
Sungguh luar biasa bukan teman-teman keseimbangan pengaturan alam semesta ini. Siapakah Sang Pengatur alam yang Maha Hebat ini? Dia-lah Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. (luy)
“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Al Jaatsiyah, 45: 13)
Majalah Insight
Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali 'Imran, 3:26)
Ketika menyaksikan sekeliling Anda di mana pun Anda kini berada, segala yang Anda saksikan pasti ada Pemiliknya. Kursi yang Anda duduki tersusun atas atom yang diciptakan oleh Pemiliknya. Bunga dalam pot tumbuh karena sinar matahari dan air yang disediakan oleh pemiliknya. Lautan yang Anda pandang dari jendela beserta segala kehidupan di dalamnya ada atas kehendak Pemiliknya...
Pemilik semua ini dan seluruh jagat raya adalah Allah yang Maha Perkasa, Penguasa seluruh alam. Bahkan tubuh Anda berada dalam genggaman Allah yang menciptakan Anda, dan Dia tidak bergantung pada Anda. Tangan, kaki, pembuluh darah, sistem saraf, dan sel-sel Anda adalah hasil pengetahuan tak tertandingi dan kesempurnaan penciptaan oleh Pemilik Anda. Tak satu pun dari semua ini ada karena Anda memutuskan untuk merancang dan menciptakannya. Ketika pertama kali membuka mata pada dunia, Anda temukan sistem tanpa cacat dalam tubuh Anda sendiri dan di bumi yang Anda tempati, bahkan di seluruh jagat raya.
Namun Anda tak memiliki itu semua sebelumnya, dan takkan mungkin pula di masa mendatang dengan kehendak Anda sendiri. Kenyataan ini tentu saja berlaku bagi semua orang. Jika demikian halnya, maka kekuasaan atas segala sesuatu adalah milik Pencipta kita, Allah, Penguasa seluruh alam. Oleh karena itu, sudah sepatutnyalah manusia berterima kasih dan bersyukur kepada-Nya
Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (QS. Al Mulk, 67:23)
Insight Magazine Harun Yahya
Salah satu peradaban tertua di dunia adalah Mesir. Penemuan tulis-menulis di sekitar milenium ketiga sebelum masehi, pemanfaatan Sungai Nil, dan cara mereka mempertahankan diri dari serangan musuh, semuanya berperan penting dalam memajukan peradaban ini.
Mesir Kuno terletak di lembah Sungai Nil, yang termasuk keajaiban alam di dunia. Berkat kesuburan yang bersumberkan dari sungai ini, yang membentang dari satu ujung benua Afrika ke ujung lainnya, penduduk Mesir dapat bercocok tanam tanpa harus bergantung pada musim hujan. Tentang hal ini, sejarawan, Ernst Gombrich, menyatakan sebagai berikut:
Afrika sangatlah panas. Berbulan-bulan tanpa hujan. Sehingga banyak bagian benua ini yang gersang. Wilayah itu tertutupi gurun pasir. Inilah yang terjadi di wilayah kiri dan kanan Mesir. Hujan turun sangat jarang di Mesir. Tapi hujan tidak begitu diperlukan, karena Sungai Nil mengalir di tengah-tengah negeri ini. (Ernst Gombrich, Eine Kurze Weltgeschichte Für Junge Leser, Dumont Buchverlag, Köln, 1985)
Peran sangat strategis ini menjadikan siapa pun yang menguasai Sungai Nil berkuasa atas sumber terpenting perniagaan dan pertanian Mesir, dengan kata lain, sumber utama kehidupannya. Para penguasa Mesir Kuno membangun kerajaan kuat dengan cara itu. Mereka di kemudian hari dikenal dengan sebutan "Fir'aun".
Keadaan alam Mesir sangat berpengaruh pada kehidupan orang-orang Mesir kuno. Letak geografis negeri ini menjadikannya terlindungi sangat baik dari ancaman luar. Mesir dikelilingi gurun pasir, pegunungan, dan lautan di semua sisinya. Hanya ada dua jalan masuk bagi penyerang negeri ini, sesuatu yang mudah bagi pasukan Mesir untuk menghadapinya.
Penduduk Mesir hidup tertutup dari dunia luar akibat keadaan alam ini. Selama berabad-abad, keterkungkungan tersebut memunculkan fanatisme buta. Ketertutupan dari perkembangan terkini dan pembaharuan menyebabkan mereka bersikukuh pada keyakinan mereka. Bangsa Mesir Kuno mempercayai banyak dewa atau tuhan. Selain itu, kehidupan setelah mati menjadi bagian terpenting keyakinan bangsa Mesir. Dipercaya bahwa ruh manusia akan tetap hidup setelah jasadnya mati dan ruh tersebut akan dimintai pertanggungjawaban. Timbangan diletakkan dan para saksi dikumpulkan, lalu segala amal baik dan buruk orang mati ini dimusyawarahkan. Lalu tuhan hakim memberikan putusannya. Mereka yang berat timbangan kebaikannya akan hidup bahagia nan kekal, sedang yang berat timbangan keburukannya akan menderita siksa abadi.
Mustahil bila keyakinan bangsa Mesir pada kehidupan setelah mati ini tak terkait dengan keyakinan pada satu Tuhan (Monoteisme) dan agama yang benar. Ini menunjukkan, peradaban Mesir Kuno dulunya pernah menjadi bagian dari agama yang benar beserta wahyunya. Namun, di kemudian hari agama ini diselewengkan, dan keyakinan pada satu Tuhan berubah menjadi pada banyak Tuhan. Kita tahu bahwa dari waktu ke waktu para rasul diutus untuk mengingatkan manusia tentang ke-Esaan Allah dan penghambaan diri pada-Nya. Di antara mereka ialah Nabi Yusuf, yang hidupnya dikisahkan dalam Al Qur'an secara rinci. Nabi Yusuf pindah ke Mesir dengan kaum Bani Israil dan menetap di sana. Setelah beliau wafat, mulailah perbudakan atas orang-orang Bani Israil. Masa itu berakhir dengan diutusnya Nabi Musa sebagai rasul dan pemindahan warga Bani Israil olehnya keluar dari Mesir.
Para Fira'un Mesir berwatak kejam, penindas, suka berperang, dan bengis. Kesamaan mereka adalah pengakuan mereka sebagai sosok maha agung dalam sistem banyak tuhan (politeisme) bangsa Mesir yang menyimpang. Mereka tega menumpahkan darah tanpa sedikit pun merasa bersalah.
Namun, dalam sejarah Mesir, ada satu Fir'aun yang berbeda dari yang lain. Fir'aun ini menyatakan keberadaan satu-satunya Pencipta. Semata karena alasan tersebut, ia ditentang oleh para Pendeta Amon dan akhirnya dibunuh. Fir'aun itu adalah Amenhotep IV, yang bertahta di awal abad ke-14 SM. Ketika Amenhotep IV berkuasa pada tahun 1375 SM, ia memerangi kekolotan yang berkembang selama berabad-abad, dan karenanya menghadapi tentangan sangat berat. Tekanan ini disebabkan kebijakannya mengubah agama politeistis bangsa Mesir, menggantinya dengan keyakinan pada satu Tuhan, dan melakukan perubahan besar-besaran di segala bidang.
Namun, para pemimpin di ibukota Thebes memerangi Amenhotep. Mereka yang mendukungnya meninggalkan ibukota dan pindah ke daerah lain. Di sini, Amenhotep mengubah namanya menjadi Ahk-en-aton, yang berarti "Hamba Aton". Aton, menurut Amenhotep, adalah " pencipta langit dan bumi ", ini menunjukkan keimanannya pada satu Tuhan saja.
Fir'aun-fir'aun kejam lainnya naik tahta setelah Amenhotep. Mereka kembali menyebarkan agama lama mereka yang politeistis, dan berupaya sekuat tenaga mengembalikan masa lalu. Kurang lebih seabad kemudian, Ramses II naik tahta dan berkuasa paling lama dalam sejarah Mesir. Menurut banyak ahli sejarah, Ramses II-lah yang menindas Bani Israil dan memerangi Nabi Musa.
Bangsa Mesir Kuno menolak menanggalkan keyakinan berhala karena taklid buta mereka. Para Rasul telah datang untuk mengingatkan mereka agar mengimani satu Tuhan, tapi para pengikut Fir'aun selalu kembali pada keyakinan lama mereka. Akhirnya, Allah mengirim Nabi Musa sebagai utusan-Nya di saat kaum Bani Israil tengah diperbudak (bersambung).
sumber : majalah insight
Mesir Kuno terletak di lembah Sungai Nil, yang termasuk keajaiban alam di dunia. Berkat kesuburan yang bersumberkan dari sungai ini, yang membentang dari satu ujung benua Afrika ke ujung lainnya, penduduk Mesir dapat bercocok tanam tanpa harus bergantung pada musim hujan. Tentang hal ini, sejarawan, Ernst Gombrich, menyatakan sebagai berikut:
Afrika sangatlah panas. Berbulan-bulan tanpa hujan. Sehingga banyak bagian benua ini yang gersang. Wilayah itu tertutupi gurun pasir. Inilah yang terjadi di wilayah kiri dan kanan Mesir. Hujan turun sangat jarang di Mesir. Tapi hujan tidak begitu diperlukan, karena Sungai Nil mengalir di tengah-tengah negeri ini. (Ernst Gombrich, Eine Kurze Weltgeschichte Für Junge Leser, Dumont Buchverlag, Köln, 1985)
Peran sangat strategis ini menjadikan siapa pun yang menguasai Sungai Nil berkuasa atas sumber terpenting perniagaan dan pertanian Mesir, dengan kata lain, sumber utama kehidupannya. Para penguasa Mesir Kuno membangun kerajaan kuat dengan cara itu. Mereka di kemudian hari dikenal dengan sebutan "Fir'aun".
Keadaan alam Mesir sangat berpengaruh pada kehidupan orang-orang Mesir kuno. Letak geografis negeri ini menjadikannya terlindungi sangat baik dari ancaman luar. Mesir dikelilingi gurun pasir, pegunungan, dan lautan di semua sisinya. Hanya ada dua jalan masuk bagi penyerang negeri ini, sesuatu yang mudah bagi pasukan Mesir untuk menghadapinya.
Penduduk Mesir hidup tertutup dari dunia luar akibat keadaan alam ini. Selama berabad-abad, keterkungkungan tersebut memunculkan fanatisme buta. Ketertutupan dari perkembangan terkini dan pembaharuan menyebabkan mereka bersikukuh pada keyakinan mereka. Bangsa Mesir Kuno mempercayai banyak dewa atau tuhan. Selain itu, kehidupan setelah mati menjadi bagian terpenting keyakinan bangsa Mesir. Dipercaya bahwa ruh manusia akan tetap hidup setelah jasadnya mati dan ruh tersebut akan dimintai pertanggungjawaban. Timbangan diletakkan dan para saksi dikumpulkan, lalu segala amal baik dan buruk orang mati ini dimusyawarahkan. Lalu tuhan hakim memberikan putusannya. Mereka yang berat timbangan kebaikannya akan hidup bahagia nan kekal, sedang yang berat timbangan keburukannya akan menderita siksa abadi.
Mustahil bila keyakinan bangsa Mesir pada kehidupan setelah mati ini tak terkait dengan keyakinan pada satu Tuhan (Monoteisme) dan agama yang benar. Ini menunjukkan, peradaban Mesir Kuno dulunya pernah menjadi bagian dari agama yang benar beserta wahyunya. Namun, di kemudian hari agama ini diselewengkan, dan keyakinan pada satu Tuhan berubah menjadi pada banyak Tuhan. Kita tahu bahwa dari waktu ke waktu para rasul diutus untuk mengingatkan manusia tentang ke-Esaan Allah dan penghambaan diri pada-Nya. Di antara mereka ialah Nabi Yusuf, yang hidupnya dikisahkan dalam Al Qur'an secara rinci. Nabi Yusuf pindah ke Mesir dengan kaum Bani Israil dan menetap di sana. Setelah beliau wafat, mulailah perbudakan atas orang-orang Bani Israil. Masa itu berakhir dengan diutusnya Nabi Musa sebagai rasul dan pemindahan warga Bani Israil olehnya keluar dari Mesir.
Para Fira'un Mesir berwatak kejam, penindas, suka berperang, dan bengis. Kesamaan mereka adalah pengakuan mereka sebagai sosok maha agung dalam sistem banyak tuhan (politeisme) bangsa Mesir yang menyimpang. Mereka tega menumpahkan darah tanpa sedikit pun merasa bersalah.
Namun, dalam sejarah Mesir, ada satu Fir'aun yang berbeda dari yang lain. Fir'aun ini menyatakan keberadaan satu-satunya Pencipta. Semata karena alasan tersebut, ia ditentang oleh para Pendeta Amon dan akhirnya dibunuh. Fir'aun itu adalah Amenhotep IV, yang bertahta di awal abad ke-14 SM. Ketika Amenhotep IV berkuasa pada tahun 1375 SM, ia memerangi kekolotan yang berkembang selama berabad-abad, dan karenanya menghadapi tentangan sangat berat. Tekanan ini disebabkan kebijakannya mengubah agama politeistis bangsa Mesir, menggantinya dengan keyakinan pada satu Tuhan, dan melakukan perubahan besar-besaran di segala bidang.
Namun, para pemimpin di ibukota Thebes memerangi Amenhotep. Mereka yang mendukungnya meninggalkan ibukota dan pindah ke daerah lain. Di sini, Amenhotep mengubah namanya menjadi Ahk-en-aton, yang berarti "Hamba Aton". Aton, menurut Amenhotep, adalah " pencipta langit dan bumi ", ini menunjukkan keimanannya pada satu Tuhan saja.
Fir'aun-fir'aun kejam lainnya naik tahta setelah Amenhotep. Mereka kembali menyebarkan agama lama mereka yang politeistis, dan berupaya sekuat tenaga mengembalikan masa lalu. Kurang lebih seabad kemudian, Ramses II naik tahta dan berkuasa paling lama dalam sejarah Mesir. Menurut banyak ahli sejarah, Ramses II-lah yang menindas Bani Israil dan memerangi Nabi Musa.
Bangsa Mesir Kuno menolak menanggalkan keyakinan berhala karena taklid buta mereka. Para Rasul telah datang untuk mengingatkan mereka agar mengimani satu Tuhan, tapi para pengikut Fir'aun selalu kembali pada keyakinan lama mereka. Akhirnya, Allah mengirim Nabi Musa sebagai utusan-Nya di saat kaum Bani Israil tengah diperbudak (bersambung).
sumber : majalah insight
Biokimia modern juga memperlihatkan desain rumit dari molekul DNA yang tak terbayangkan sebelumnya. Bentuk dan susunan molekul DNA ditemukan oleh dua orang ilmuwan, James Watson dan Francis Crick, pada tahun 1955. Penemuan mereka menunjukkan bahwa kehidupan ternyata jauh lebih rumit dari yang pernah dibayangkan sebelumnya. Kendatipun seorang evolusionis tulen, Francis Crick, yang mendapat hadiah Nobel bagi penemuannya ini, akhirnya mengakui bahwa struktur seperti DNA tidak akan pernah dapat muncul dengan sendirinya melalui peristiwa alam biasa, atau secara kebetulan.
DNA adalah sebuah molekul raksasa di dalam inti sel makhluk hidup. Segala informasi tentang sifat fisik dan fisiologis makhluk hidup tersimpan dalam molekul DNA yang berbentuk heliks ganda ini. Semua informasi mengenai tubuh kita, dari warna mata hingga struktur organ dalam, juga bentuk dan fungsi sel-sel kita, terprogram dalam bagian-bagian yang disebut "gen" pada DNA.
Kode DNA tersusun atas urutan empat "basa" yang berbeda yang dinamakan Adenin, Guanin Timin dan Citosin. Jika kita umpamakan setiap basa ini sebagai sebuah huruf, maka DNA dapat dimisalkan sebagai bank data yang tersusun atas kumpulan alfabet beranggotakan empat huruf. Semua informasi tentang suatu makhluk hidup tersimpan dalam bank data ini.
Jika kita mencoba menuliskan semua informasi dalam DNA, maka ini akan memerlukan sekitar satu juta halaman. Ini setara dengan ensiklopedia berjumlah empat puluh kali lebih banyak dari The Encyclopaedia of Britannica, salah satu kumpulan informasi terlengkap yang pernah dibuat manusia. Namun informasi raksasa ini tersimpan dalam inti sel kita yang sangat kecil, yang berukuran sekitar seperseribu milimeter. Menurut perhitungan, sebuah rantai DNA yang cukup untuk memenuhi satu sendok teh, memiliki kemampuan menyimpan seluruh informasi yang terdapat di semua buku yang pernah ditulis.
Jelas bahwa struktur menakjubkan semacam ini tidak pernah mampu terbentuk dengan sendirinya akibat peristiwa alamiah biasa tanpa sengaja diciptakan, atau secara kebetulan. Teori evolusi, yang memandang kehidupan bukan karena sengaja diciptakan, akan tetapi sebagai hasil peristiwa alamiah yang terjadi secara kebetulan dan acak semata, tidak mampu berkata apa pun ketika dihadapkan pada kerumitan dan kesempurnaan DNA yang luar biasa. Jelas bahwa DNA, sel, dan seluruh makhluk hidup adalah hasil sebuah penciptaan luar biasa dan sempurna. Proses penciptaan ini pastilah dilakukan dengan sengaja dan tak mungkin akibat kebetulan semata. Dan oleh karena penciptaan ini benar-benar ada, maka sudah pasti ada Pencipta, yang memiliki kekuasaan, ilmu dan hikmah yang tak terbatas.
Ketika mengamati makhluk hidup apa pun di alam, kita akan menyaksikan betapa agungnya kekuasaan sang Pencipta. Masing-masing dari jutaan makhluk hidup dan spesies di alam adalah sebuah karya seni. Dan sebagaimana layaknya setiap karya seni, mereka mengenalkan kepada kita seniman pembuat karya seni tersebut. Dialah Allah, Tuhan langit dan bumi, dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya.
sumber : Majalah Insight
Beragam benda tampak berbeda dan memiliki keistimewaan yang berlainan walaupun mengandung atom yang sama. Menurut Anda, apa yang membuat benda-benda di sekitar Anda berbeda? Apa yang membuatnya berbeda dalam warna, bentuk, bau, dan rasa? Apa pula yang menjadikannya lembut atau keras? Alasan di balik semua perbedaan ini adalah karena atom-atom menyusun ikatan kimia yang berbeda dalam pembentukan molekul.
Menyusul atom, yang merupakan tahap pertama dalam penyusunan zat, tahap berikutnya adalah molekul. Molekul merupakan satuan terkecil yang menentukan sifat kimia suatu zat. Sebagian dari struktur yang kecil ini terdiri dari satu jenis atom atau lebih, sebagian lainnya bahkan mengandung beribu-ribu kelompok atom. Keanekaragaman yang kita lihat di sekitar kita terjadi karena molekul terbentuk dengan cara yang berbeda-beda. Kita dapat melihat ini dengan mengambil contoh dari indra pengecapan dan penciuman kita.
Sebenarnya, gambaran seperti "rasa" dan "bau" tidaklah lebih dari apa yang dirasakan alat panca-indra kita terhadap molekul-molekul yang berlainan. Bau makanan, minuman, serta beraneka buah dan bunga, semuanya terdiri dari molekul yang mudah menguap. Atom menyusun benda hidup dan benda tak-hidup, serta membentuk rasa dan keindahan pada benda-benda tersebut. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Molekul-molekul yang mudah menguap seperti bau vanila dan wangi bunga tulip memasuki alat penerima (reseptor) yang berupa rambut-rambut kecil di bagian hidung yang disebut epithelium (lapisan kulit luar) dan bersentuhan dengan reseptor ini. Sentuhan ini dirasakan sebagai bau di dalam otak kita. Serupa dengan itu, ada empat jenis reseptor kimia yang berbeda di bagian depan lidah manusia. Hal ini berkaitan dengan rasa asin, manis, asam, dan pahit. Molekul-molekul yang sampai ke reseptor dari seluruh alat indra kita diterima sebagai sinyal kimiawi oleh otak kita.
Dewasa ini, kita telah memahami bagaimana rasa dan bau diterima oleh alat indra kita dan bagaimana cara terbentuknya. Namun, para ilmuwan tidak dapat mencapai kesepakatan tentang mengapa sejumlah zat berbau lebih menyengat sedangkan sebagian lainnya memiliki bau yang lebih lembut, atau mengapa sebagian di antaranya berbau tidak enak sedangkan sebagian yang lain memiliki bau yang menyenangkan.
Keberadaan rasa dan bau bukanlah kebutuhan mendasar bagi umat manusia. Namun, beratus-ratus jenis buah dan sayur-sayuran yang lezat, dengan bau-bauan yang memikat, dan beribu jenis bunga dengan warna, bentuk, dan keharuman yang berbeda-beda, semua muncul dari dalam tanah. Bahkan, seringkali beragam tumbuhan ini justru tumbuh lebih subur, berbunga atau berbuah lebih baik ketika lahannya diberi pupuk kotoran ternak yang berbau tidak sedap. Ini berarti tanaman buah dan sayuran mampu merombak molekul yang berbau tidak sedap ini menjadi zat yang memberikan keharuman tersendiri pada bunga maupun buah. Belum ada teknologi manusia yang mampu menandingi teknologi yang ada pada tumbuhan tersebut. Manusia belum sanggup membuat wewangian beraroma bunga atau buah tertentu dengan menggunakan bahan baku tanah, apalagi yang dicampur dengan kotoran ternak. Semua ini menunjukkan kita akan kehebatan Allah, Dia-lah yang menambahkan beragam keindahan pada dunia kita sebagai karya sempurna yang menakjubkan.
Dari sudut pandang ini, warna dan bau, seperti semua nikmat Allah lainnya, adalah dua di antara segenap keindahan, yang dilimpahkan oleh Allah, Yang Maha Penyayang dan Agung, kepada manusia tanpa terhitung. Ketiadaan dua indra perasa ini cukup untuk mengubah kehidupan manusia menjadi hambar. Sebagai balasan dari semua nikmat yang diberikan kepadanya, seseorang tentulah harus berusaha untuk menjadi hamba Allah yang baik. Dia-lah Allah, yang pengetahuan-Nya meliputi manusia.
sumber : majalah Insight
sumber : majalah Insight
Langganan:
Postingan (Atom)






